4 Level Marah

 لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ 

"Jangan kamu marah, maka bagimu surga." (HR Ath-Thabrani)

Tapi kan marah fitrah? Setiap orang pasti pernah ngerasa marah dong? Masa semua orang gabisa masuk surga karena salah satu fitrahnya?

Jadi, mari sekarang kita temukan jawabannya dalam Al-Quran!

Dalam Al-Quran dijelaskan ada 4 level marah yang berbeda:

1.       وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ (Qs.At-Taubah:33)

"Kurhun" disini jika diterjemahkan berarti tidak suka. Ciri-ciri dari orang yang marah di level kurhun adalah lisannya berucap "Saya tidak suka." atau "Saya marah." Namun hatinva masih tenang dan terkendali.

2.       وَاِنْ لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَآ اِذَا هُمْ يَسْخَطُوْنَ (Qs.At-Taubah:58)

“Sukhtun" disini jika diterjemahkan berarti tidak ridha. Ciri-ciri orang yang marah di level sukhtun adalah gigi mulai bergemeletuk, mata mulai melotot, nada suara yang mulai meninggi, namun kondisi hati mash terkendali.

3.       وَلَا يَطَـُٔوْنَ مَوْطِئًا يَّغِيْظُ الْكُفَّارَ (QS.At-Taubah:120)

“Ghaizun" disini jika diterjemahkan berarti marah. Kata "Ghaizan" punya makna yang sama dengan "Ghadabun". Ciri-ciri orang yang marah di level ini adalah mulai adanya kekerasan fisik seperti memukul, menendang, membanting, dll. Dan kondisi hati sudah tidak terkendali.

4.       وَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ (Qs.At-Taubah:68)

"La'natun" disini jika diterjemahkan berarti melaknat. Orang yang sudah marah di level ini tidak hanya saja main fisik tapi juga mengeluarkan kata-kata tidak baik dari lisannya, contohnya dengan sumpah serapah. Kondisi hati orang yang marah di level ini sudah sangat tidak terkendali.

Maka balik lagi ke hadits awal, maksud 'jangan marah' pada hadits tersebut adalah marah di level 3. Dimana mulai ada ekspresi fisik, dan kondisi hati yang mulai tidak terkendali. Maka jika kita dapat mengendalikannya, balasannya adalah surga. Ini yang dimaksud dari hadits tersebut.

Marah memang fitrah, tapi bagaimana mengendalikannya adalah bagian dari ujian yang harus kita hadapi. Dengan mengetahui level marah ini, semoga kedepannya kita bisa jadi lebih aware sama rasa marah kita. Kira-kira kita sedang di level mana saat sedang marah? Dan di level yang mana seharusnya kita mengekspresikan marah kita?

Materi hari ini aku ambil dari buku "Membasuh Luka Pengasuhan" jadi buat kalian yang mau tau lebih lengkapnya, bisa langsung baca dari sanaaa! 

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

Komentar

Postingan Populer