Merubah Dunia

Setelah kemarin beropini, waktunya balik lagi ke materi~

Poin yang sekarang aku bawain adalah tentang gimana seharusnya kita memiliki pandangan terhadap orang lain.

وَ لَا تَنۡسَوُا الۡفَضۡلَ بَيۡنَكُمۡ​ؕ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ “Jangan sekali-kali kamu lupa kebaikan diantara kamu, sesungguhnya Allah Maha Melihat” (Al Baqarah:237)

Sebenarnya ayat ini ditunjukan untuk pasangan suami-istri, yang mana seringnya cobaan yang dialami oleh pasangan adalah mudah amnesia terhadap kebaikan satu sama lain, karena berpisahnya pasangan adalah keberhasilan terbesar bagi syaitan. Tapi diluar itu, ayat ini juga bisa dipakai untuk dan kepada siapa saja.

Perbuatan + Persepsi = Dunia kita.

Dunia itu kita bentuk sesuai dengan perbuatan kita. Maka jika kita ingin dunia kita baik, kelilingilah sekitar kita dengan energi baik, dan mengingat kebaikan adalah bagian dari energi baik.

Ayat ini mengajarkan hati kita untuk memiliki 2 sifat,

-          Ingatlah kebaikan layaknya kita menggores di atas batu, dan

-          Ingatlah keburukan layaknya kita menggores diatas air.

Artinya, Allah sangat amat ingin agar kita sulit melupakan kebaikan orang lain dan mudah melupakan keburukan mereka.“Syukurnya kita pada Allah tidak akan diterima sampai kita bersyukur kepada orang yang pernah menoreh kebaikan dalam hidup kita.” Karena bagaimana kita akan mampu bersyukur kepada Allah, jika untuk beryukur kepada sesuatu yang nyata jelas ada didepan mata saja kita tidak mampu?

Sejahat-jahatnya orang cukuplah satu kebaikannya sebagai pegangan apa yang harus kita ingat atas orang tersebut. Karena siapapun yang ingat kebaikan orang, insyaallah Allah langsung yang akan balas.

Lagi pula daripada kita harus lelah merasakan kesal, marah, benci dan rasa negatif lainnya dengan mengingat-ngingat kesalahan orang lain, bukankah akan lebih mudah untuk kita ingat kebaikannya saja? Dengan begitu, kita juga akan lebih mudah untuk memaafkan mereka.

Karena dengan kita melupakan kedzoliman orang, insyaallah Allah juga akan mengirimkan orang-orang yang akan mudah melupakan kedzoliman kita. Mereka yang akan mudah memberikan udzur atas setiap kesalahan yang kita perbuat.

Bukan perkara mudah memang, jika sehabis diberi rasa negatif kita harus membalasnya dengan hal positif. Tapi sesuai quotes yang lagi sering beredar, “Maafkanlah mereka bukan karena mereka berhak atas maaf tersebut, tapi maafkanlah mereka karena kita berhak atas rasa tenang -setelah memaafkan.”

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

 

Komentar

Postingan Populer