Kenapa Harus Tazkiyatun Nafs?


-          Tazkiyah

Dalam bahasa arab zakaa berarti aktivitas bersih-bersih dari kotoran. Sedangkan zakkaa, dengan huruf kaf bertasydid sebagai pembedanya, berarti aktivitas bersih-bersih yang dilakukan secara bersungguh-sungguh. Dan Tazkiyah berasal dari kata zakkaa yang berarti adalah sebuah aktivitas bersih-bersih yang dilakukan secara bersungguh-sungguh.

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ  

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (Qs.Asy-syams:9-10)

Kenapa mereka yang membersihkan Nafs-nya akn beruntung?

-          Nafs

Nafs sering diartikan sebagai jiwa. Tapi maknanya bukan saja apa yang ada di dalam manusia; tapi manusia itu sendiri secara keseluruhan.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ 

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs.Al-Hijr:28-29)

Dari sini kita tahu, bahwa Basyar (manusia) + Ruh = Nafs. Jadi jiwa yang dimaksud tidak hanya secara apa yang ada di dalam batin kita saja, tapi juga secara fisik. Singkatnya, nafs adalah bertemunya jasad dengan ruh.

-        Daya tarik eksternal

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ 

“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya” (Qs.Asy-syams:8)

Di ayat ini dijelaskan bahwa nafs, yang udah dibahas maknanya tadi, diilhamkan fujuur (jalan keburukan dan kemaksiatan) lebih dulu dibanding taqwaa. Ini menyiratkan bahwa nafs sangat kuat sekali ditarik oleh jalan fujuur, dibandingkan dengan jalan taqwaa.  

Dalam Al-Quran fujuur disebutkan sebanyak 24 kali, sedangkan taqwaa disebutkan 258 kali. Barangkali ini menyiratkan bahwa jalan taqwaa memang membutuhkan effort 10x lebih besar untuk memiliki daya tarik yang sama dengan jalan fujuur.

-          Daya tarik internal

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Qs.Al-Baqarah:286)

Ayat ini menggambarkan bahwa daya tarik internal pada Nafs itu ada dua; KASABAT dan IKTASABAT. Kasabat berarti dorongan untuk melewati jalan taqwaa, sedangkan iktasabat berarti dorongan untuk melewati jalan fujuur. Kasabat disebutkan lebih dulu dibandingkan iktasabat.

Kasabat diikuti oleh huruf lam (لَهَا ) yang artinya adalah sangat mudah. Sedangkan iktasabat diikuti oleh kata ‘alaiha (وَعَلَيْهَا) yang berarti sangat berat.

Ini bermakna jalan taqwaa lebih mudah diikuti oleh nafs dibandingkan dengan jalan fujuur.

Jadi kesimpulannya adalah nafs yang tadi terdiri dari dua unsur; jasad dan ruh, memiliki daya tariknya masing-masing. Jasad kita sangat menyukai jalan fujuur, yang daya tarik eksternalnya sangat kuat. Tapi ruh kita lebih menyukai jalan taqwaa, yang daya tarik internalnya sangat kuat. Maka tak salah jika mengikuti salah satunya, akan melemahkan atau bahkan mematikan yang lainnya.

Dan Tazkiyatun Nafs yang tadi telah dijelaskan berfungsi untuk membersihkan nafs kita, akan menguatkan daya tarik internal kita. Kemudahan kasabat yang telah dijelaskan tadi, akan tercermin saat nafs kita bersih. Karena jika nafs kita telah kotor, maka daya tarik internal kita pun akan ikut tertutupi. Yang akibatnya adalah daya tarik eksternal, yang mana itu adalah jalan fujuur, akan lebih mudah kita ikuti. Sebab daya tarik internal kita kurang kuat.

Maka tak salah jika di awal tadi dikatakan bahwa beruntunglah bagi mereka yang membersihkan Nafs-nya, sebab itulah yang akan memudahkan kita dalam menjalani ketaatan. 

Oiya, lagi-lagi ini diambil dari buku yang berjudul “Membasuh Luka Pengasuhan”.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

 

 

Komentar

Postingan Populer