Lebih Utama dari Sholat

"Islam itu keras”

“Islam itu suka berperang”

“Islam itu melambangkan permusuhan”

Maka cukuplah ayat ini menjadi jawaban,

وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ “dan perdamaian itu lebih baik” (An Nisa:128)

bahwa Allah sendiri yang mengatakan kalau perdamaian itu lebih baik.

Belum pernah ada agama yang memiliki semangat persaudaraan sebesar semangat persaudaraan di dalam islam. Bahkan kalau kita baca sejarah, akan ada banyak sekali kita dapati gambaran seberapa islam sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Persaudaraan itu harus kita bangun dengan siapa saja, terutama dengan saudara seiman kita. Tapi dalam praktiknya, sudah sebaik apapun kita menjaga komunikasi dengan sesama, pasti akan ada aja gesekan. Entah itu sekedar beda pendapat, atau bahkan sampai pertikaian. Dan itu wajar.

Karena memang pada dasarnya kita diciptakan berbeda, apalagi kita adalah makhluk sosial yang harus saling membersamai satu sama lain. Sedangkan gesekan adalah fitrah dari sebuah kebersamaan. Terus kenapa kita semua ga diciptain sama aja? Biar gaperlu ada pertikaian?

Karena kalau kita semua diciptakan sama, tidak akan ada masalah, maka tidak akan ada perintah untuk berbuat baik dan melakukan perdamaian; layaknya hidup para malaikat; adem ayem aja. Pertikaian ada fungsinya adalah sebagai ajang Allah ingin melihat siapa yang akan tampil sebagai pendamai dan siapa yang akan benar-benar berkomitmen ingin menjaga perdamaian diantara hambanya.

Berdamai berarti tentang memaafkan. Orang yang suka perdamaian akan lebih mudah memaafkan. Tapikan tetep aja memaafkan itu ga gampang??? Itulah kenapa pahala memaafkan kedzoliman orang lain, apalagi tetap berbuat baik kepada orang tersebut adalah salah satu amalan yang sangat amat berat ditimbangan akhirat nanti. Bahkan, keutamaannya dapat melebihi keutamaan sedekah, puasa sampai sholat!

Dalam hadist Rasulullah Saw bersabda"Maukah kalian aku beri tahu tentang suatu amalan yang lebih tinggi derajat (keutamaannya) dari puasa, shalat, maupun sedekah?"

Para sahabat serentak menjawab "Ya"

Beliau lalu bersabda, "Mendamaikan hubungan persahabatan dan kekerabatan karena rusaknya hal tersebut merupakan tanda kehancuran" 

(HR Tirmidzi)

Allah sangat menyukai perdamaian. Bahkan sampai-sampai Allah bolehkan berdusta dengan niat mendamaikan kedua belah pihak yang sedang bertikai. Padahal kemarin baru aja dibahas kalau dusta adalah hal yang sangat amat Allah benci. Tapi untuk hal ini, Allah perbolehkan.

Mendamaikan pertikaian bisa kita mulai dengan menjadi pihak ketiga dalam setiap masalah, jangan sampai malah memihak kepada salah satunya. Karena biasanya kita hanya akan melihat masalah dari sisi yang kita bela. Tapi berusahalah menjadi pengamat yang bisa melihat masalah secara objektif. Lalu kalau ternyata kesalahan ada diantara salah satunya, maka nasihati dia. Tapi jangan sampai menyalahkan.

Poin kali ini bener-bener jadi reminder untuk jangan lagi gampang tersulut oleh sesuatu. Karena perbedaan itu biasa, dan justru hadir sebagai pertanyaan balik ke kita, “Apakah kita mampu menjaga perdamaian?” mungkin kita belum bisa sampai menjadi yang mendamaikan pertikaian milik orang lain, tapi kita selalu bisa mulai untuk menjaga diri dari pertikaian terhadap sesama.

Karena syaitan sangat mencintai pertikaian, maka jangan sampai kita menjadi bagian dari syaitan dalam bentuk manusia.

Aamiin.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

Komentar

Postingan Populer