Rumus Anti Rasis
Disaat Amerika, negara yang begitu luar biasa di mata dunia masih punya masalah besar dalam persoalan rasis, islam dari 1400 tahun yang lalu sudah membawakan solusinya.
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling bertakwa.” (Qs.Al Hujurat:13)
Selain Allah yang mau menyampaikan
bahwa Ia tidak melihat kemuliaan setiap hambanya dari harta dan jabatannya
selama di dunia, ayat ini juga ingin mengajarkan kepada kita tentang bagaimana
seharusnya cara pandang kita terhadap sesama manusia.
Salah satu kebaikan kita terletak
pada bagaimana cara pandang kita terhadap sesama. Islam meletakan setiap
manusia pada posisi yang sama; tidak membeda-bedakan apakah dia berkulit putih
atau hitam, tinggi atau pendek, CEO atau tukang siomay, kemuliaannya selalu
terukur berdasarkan ketakwaannya; sesuatu yang semua orang memiliki
kesempatan yang sama dalam mencapainya.
Siapa itu orang yang bertakwa?
Singkatnya, orang yang bertakwa adalah mereka yang peduli atas kebaikannya di
akhirat nanti.
Tapi ada yang perlu diingat juga,
kalau ketakwaan itu letaknya di hati. Maka jika ada teman kita yang berbuat
dosa, bukan berarti kita memiliki hak untuk menghujatnya. Apalagi sampai merasa
derajat kita lebih tinggi, karena bisa jadi tobat ia besok justru akan
mengantarkannya kepada derajat yang lebih tinggi daripada kita.
Selain mengajarkan kita untuk tidak
membeda-bedakan manusia dari apa yang sekilas kita lihat dari luar saja, ayat
ini juga menjadi reminder tentang apa yang seharusnya kita taruh dalam
prioritas hidup kita.
Kenapa kalimat tasbih lebih baik dari
dunia dan seisinya? Padahal dibanding megahnya alam semesta tasbih hanyalah
sebuah kalimat saja? Jawabannya karena dunia dan seisinya akan hilang bersamaan
dengan datangnya hari kiamat, sedangkan kalimat tasbih akan terus membersamai
kita hingga ke akhirat kelak.
Maka dari sini kita bisa belajar,
bahwa ga akan ada gunanya kita mengejar kemuliaan lewat harta, jabatan, dan
hal-hal dunia lainnya; semua itu sudah pasti hanya akan membuat kita kecewa. Karena
semua akan tertinggal begitu saja saat kita meninggal dunia. Lalu apakah kita
akan pulang dalam keadaan terhina? Karena yang selama ini kita anggap sebagai
kemuliaan tidak bisa ikut kita bawa pulang?
Maka lewat ayat ini Allah ingin
mengingatkan, bahwa kemuliaan kita bukan terletak pada harta dan jabatan, tapi ketakwaan.
Cemas dan risaulah bukan disaat kita
kehilangan harta, namun disaat kita menyadari bahwa ketakwaan kita mulai
berkurang. Karena dari sini kita telah paham, bahwa dari ketakwaanlah kemuliaan
kita berasal.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar