Sesuai Takaran
Banyak dari kita seringkali beramal hanya berdasarkan apa yang menurut kita benar saja. Apalagi sampai berdalih, “yang penting kan niatnya baik”, padahal mengikuti petunjuk yang benar itu sama pentingnya dengan niat. Ibadah tanpa niat memang tertolak, tapi beribadah dengan niat yang baik namun caranya salah, juga bisa tertolak.
وَأْتُوا الْبُيُوْتَ
مِنْ اَبْوَابِهَا “Dan masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya”
(Qs.Al-Baqarah:189)
Ayat ini berkisah tentang
kebiasaan orang musyrik saat itu yang setiap selesai thawaf masuk rumah tidak
melalui pintu. Selayaknya kita yang diminta melewati pintu saat masuk rumah,
ayat ini juga menyiratkan kepada kita agar mendatangi
Allah dengan jalan dan syariat ilmu yang sesuai dengan apa yang sudah
diterangkan oleh Allah dan rasulnya.
Untuk mendapatkan
yang terbaik berarti kita harus menjalankan setiap ibadah sesuai dengan takaran
yang sudah diberikan; tidak menambahkan, dan juga tidak mengurangi.
Contoh nyata
dalam sejarah adalah para ulama yang memilih tidak menikah dengan alasan ingin
fokus menuntut ilmu. Niatnya memang baik, tapi kalau sampai ‘melarang diri’
untuk menikah, itu berarti sudah termasuk mengharamkan apa-apa yang Allah
halalkan. Kecuali memang tidak menikah karena belum bertemu jodoh hingga akhir
hayat, berbeda dengan mereka yang sudah dari awal meniatkan diri untuk tidak
menikah.
Atau ada
juga mereka yang menambah jumlah rakaat sholat wajib dengan alasan agar mendapatkan
pahala lebih banyak, niatnya memang baik, tapi hal tersebut justru sebuah
kesalahan. Apa yang sudah diwajibkan berarti harus dijalankan sesuai takarannya
agar terhitung benar.
Ayat ini
ingin mengingatkan kita jangan sampai kita beramal sesuai apa yang menurut kita
baik saja, padahal bisa jadi apa yang kita kira baik tersebut tidak sesuai
dengan yang Allah inginkan.
Selain itu
lewat ayat ini Allah juga ingin mengajarkan kita bahwa untuk mencapai
sesuatu kita harus melewati pintu;jalan yang sesuai. Tidak hanya dalam ibadah,
tapi dalam mengusahakan apapun itu. Ada proses yang harus kita tempuh. Jangan sampai
kita hanya ingin-ingin saja, tapi usaha kita tidak sejalan dengan apa yang kita
inginkan.
Misal kita
mau jadi soleh, tapi lingkungan kita bukan lingkungan soleh, dan kita tidak ada
niatan mencari lingkungan lain. Atau kita ingin mendapat ranking, tapi ga ada usaha
untuk belajar lebih baik.
Maka jika
sesuatu tidak sesuai dengan harapan kita, bisa jadi salah satu faktornya adalah
masih ada yang salah dalam proses kita meraihnya.
Satu-satunya
cara agar mengetahui mana yang benar dan salah adalah dengan ilmu, terutama
ilmu Allah. Agar perjalanan kita sesuai dengan cara yang Ia inginkan. Agar kita
dapat memasuki;meraih kesuksesan kita melewati pintu yang paling tepat. Terutama
dalam meraih kesuksesan akhirat.
Sebab Allah
tidak ingin disembah hanya dengan semangat saja, tapi juga dengan ilmu yang
dipadukan dengan niat yang benar.
Semoga ada
manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar