The Power of Keimanan

Rencana jahat pasti akan ada aja kita temukan dari siapa pun dan di mana pun kita berada. Tapi selama kita berjalan di atas kebenaran, maka Allah langsung yang akan menjaga kita dari segala rencana jahat tersebut. Dan salah satu bentuk penjagaannya adalah dengan mengembalikan rencana jahat tersebut kepada yang mengirimkannya.  

وَمَكْرَ السَّيِّئِۗ وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ “Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri” (Fatir:43)

Diceritakan dalam sejarah saat Saad bin Abi Waqash sedang menjalankan kepemimpinannya ia sempat difitnah, lalu mendoakan orang yang memfitnahnya,

Ya Allah, jika hambaMu ini berbohong dan hanya ingin ria (menunjukkan dia lebih baik dari aku), maka panjangkanlah usianya, kekalkan dia dalam kefakiran dan hidup dalam keadaan terfitnah.”

Doa Saad disaat sedang terdzolimi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Laki-laki itu panjang umurnya, hidup dalam kefakiran dan buruk akhlak sehingga akhir hayatnya.

Abdul Malik bin Umair berkata, “Aku pernah melihat orang itu telah gugur bulu keningnya kerena sangat tua. Namun dia masih suka menggoda anak-anak gadis di tengah-tengah jalan.”

(Bukhari dan Muslim)

Bukan berarti hal tersebut menjadi pembenaran kita bisa dengan bebas mendoakan keburukan bagi orang yang mendzolimi kita, tapi sebagai contoh nyata, bahwa Allah langsung yang membalas mereka yang punya niat jahat terhadap hambaNya yang bertakwa.

Ayat ini hadir sebagai penenang, bahwa kita cukup fokus aja dalam berbuat kebaikan. Sisanya bukan halangan yang bisa kita jadikan alasan untuk berhenti beramal soleh, sebab setiap kejahatan akan kembali kepada mereka yang memberikannya, dan Allah ada disana untuk membalas setiap kejahatan tersebut.

Sebenarnya dari ayat ini lebih jadi renungan untuk aku pribadi. Apakah aku sudah cukup dikatakan bagian dari hambaNya yang bertakwa sehingga pantas mendapatkan perlindungan? sebab bisa saja bukan tanpa sengaja sebenarnya kita masih jadi bagian dari mereka yang mendzolimi sesama kaum muslimin tanpa disadari.

Hasad kepada saudaranya, benci tidak pada tempatnya, mendzolimi dengan alasan kebaikan. Ada banyak hal yang seringkali kita anggap enteng padahal resikonya begitu besar.

Tapi iya, tentu kita harus selalu mengusahakan yang terbaik dalam menjaga ketakwaan.

Terakhir sekali lagi ingin menyampaikan dari kajian yang aku tonton, bahwa ayat ini hadir sebagai pengingat jangan sampai kita mundur dari ketaatan hanya karena rintangan dari sekitar kita; ledekan orang, hujatan orang, dll. Jangan sampai kita melepaskan keimanan kita karena hal-hal tersebut. Karena Allah ada disana untuk membalaskan langsung mereka yang memberikan rintangan-rintangan tersebut.

walaupun aku sendiri ga kebayang, gimana kalau aku yang ada di tengah-tengah ledekan dan hujatan tersebut -naudzubillah. Jadi semoga, kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk terus menjaga keimanan kita.

Aamiin.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

Komentar

Postingan Populer