Pendidikan Rasul

Source: pinterest.com

Kita sama-sama tahu bahwa gelar Al-Amin sudah didapatkan oleh rasul bahkan sejak sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Dari situ kita jadi tahu, bahwa ada peran pendidikan dari orang-orang sekitar rasul yang dapat menjadikan beliau sampai seperti itu.

-        Abu Lahab, Abu Thalib dan Abdullah.

Abdul Muthalib memiliki 6 orang istri dan 16 orang anak; 10 laki-laki dan 6 perempuan. Abu Lahab, Abu Thalib, dan Abdullah adalah saudara kandung satu ibu yang saling menayangi satu sama lain.

Buktinya dapat terlihat saat Abdullah hampir disembelih oleh Abdul Muthalib karena nazarnya, Abu Lahab sampai menawarkan diri untuk menggantikan Abdullah.

Maka bayangkan saja, seberapa besar rasa sayang saudara-saudara Abdullah kepada rasul yang lahir sepeninggalnya. Bahkan saking senangnya Abu Lahab saat rasul lahir, sampai-sampai ia menyembelih dua ekor kambing dan juga memerdekakan seorang budak.

-        Pengasuhan Rasul.

Saat Abdul Muthalib sakit, Abu Lahab menawarkan diri untuk menjadi penanggung jawab rasul yang saat itu berumur 8 tahun. Tapi Abdul Muthalib mengamanahkan rasul justru kepada Abu Thalib. Padahal pada saat itu Abu Thalib dalam keadaan kurang berkecukupan, sedangkan Abu Lahab adalah seorang yang serba berkecukupan.

Perlu diingat bahwa di sini posisi Abu Lahab dan Abu Thalib sama-sama baik, sama-sama amat menyayangi rasul. Maka kalau dilihat kepantasan secara harta, sebenarnya Abu Lahab jauh lebih layak dalam mengasuh rasul dibandingkan dengan Abu Thalib.

Namun Abdul Muthalib malah menyerahkan rasul kepada Abu Thalib, kenapa?

Menurut para sejarawan yang memandang kejadian ini, Abdul Muthalib paham bahwa pengasuhan bukan lah sekedar tentang kecukupan harta, tapi juga tentang pendidikan karakter.

Memang bagaimana karakter keduanya?

Abu Thalib adalah tipe orang tua yang menghargai value anak-anaknya. Ia mengajarkan dan mengarahkan, tapi tidak memaksakan apapun pilihan anaknya. Abu Thalib juga mengajarkan kesederhanaan dan kecukupan kepada keluarganya, maka tak heran jika mereka tetap hidup bersahaja meskipun tidak memiliki banyak harta.

Disaat Abu Lahab adalah tipe orang tua yang mengarahkan anak-anaknya berdasarkan yang terbaik menurut dia. Contohnya seperti seorang dokter yang merasa anaknya juga harus menjadi dokter, karena beranggapan itu yang terbaik untuk anaknya.

Biasanya orang tua jenis ini akan melawan apapun keputusan anak yang berseberangan dengannya. Lalu jika anaknya masih tidak memilih hal yang sama dengannya, dia akan menunggu momen kegalalan anaknya agar bisa bilang, “Tuh kan sudah dibilang”.

Inilah yang disimpulkan oleh para sejarawah menjadi salah satu faktor kenapa Abdul Muthalib memilih Abu Thalib sebagai pengasuh rasul dibandingkan dengan Abu Lahab.

Pesan dari pertemuan kali ini adalah seringkali kebanyakan dari kita hanya mempelajari sirah dari luarnya saja, sampai lupa untuk mengulik orang-orang yang berperan dalam pendidikan rasul. Padahal kita sama-sama tahu, bahwa mereka lah yang justru berperan besar sampai rasul bisa mendapat julukan Al-Amin diumurnya yang masih muda.

Sekian, semoga ada manfaat yang bisa diambil~

  

Komentar

Postingan Populer