Pendidikan Rasul
![]() | |
|
-
Abu Lahab, Abu Thalib dan
Abdullah.
Abdul Muthalib memiliki 6 orang istri
dan 16 orang anak; 10 laki-laki dan 6 perempuan. Abu Lahab, Abu Thalib, dan Abdullah
adalah saudara kandung satu ibu yang saling menayangi satu sama lain.
Buktinya dapat terlihat saat Abdullah
hampir disembelih oleh Abdul Muthalib karena nazarnya, Abu Lahab sampai
menawarkan diri untuk menggantikan Abdullah.
Maka bayangkan saja, seberapa besar rasa
sayang saudara-saudara Abdullah kepada rasul yang lahir sepeninggalnya. Bahkan
saking senangnya Abu Lahab saat rasul lahir, sampai-sampai ia menyembelih dua
ekor kambing dan juga memerdekakan seorang budak.
-
Pengasuhan Rasul.
Saat Abdul Muthalib sakit, Abu Lahab
menawarkan diri untuk menjadi penanggung jawab rasul yang saat itu berumur 8
tahun. Tapi Abdul Muthalib mengamanahkan rasul justru kepada Abu Thalib.
Padahal pada saat itu Abu Thalib dalam keadaan kurang berkecukupan, sedangkan
Abu Lahab adalah seorang yang serba berkecukupan.
Perlu diingat bahwa di sini posisi Abu
Lahab dan Abu Thalib sama-sama baik, sama-sama amat menyayangi rasul. Maka
kalau dilihat kepantasan secara harta, sebenarnya Abu Lahab jauh lebih layak
dalam mengasuh rasul dibandingkan dengan Abu Thalib.
Namun Abdul Muthalib malah menyerahkan
rasul kepada Abu Thalib, kenapa?
Menurut para sejarawan yang memandang
kejadian ini, Abdul Muthalib paham bahwa pengasuhan bukan lah sekedar tentang kecukupan
harta, tapi juga tentang pendidikan karakter.
Memang bagaimana karakter keduanya?
Abu Thalib adalah tipe orang tua yang
menghargai value anak-anaknya. Ia mengajarkan dan mengarahkan,
tapi tidak memaksakan apapun pilihan anaknya. Abu Thalib juga mengajarkan
kesederhanaan dan kecukupan kepada keluarganya, maka tak heran jika mereka
tetap hidup bersahaja meskipun tidak memiliki banyak harta.
Disaat Abu Lahab adalah tipe orang tua
yang mengarahkan anak-anaknya berdasarkan yang terbaik menurut dia. Contohnya seperti
seorang dokter yang merasa anaknya juga harus menjadi dokter, karena
beranggapan itu yang terbaik untuk anaknya.
Biasanya orang tua jenis ini akan
melawan apapun keputusan anak yang berseberangan dengannya. Lalu jika anaknya
masih tidak memilih hal yang sama dengannya, dia akan menunggu momen kegalalan
anaknya agar bisa bilang, “Tuh kan sudah dibilang”.
Inilah yang disimpulkan oleh para
sejarawah menjadi salah satu faktor kenapa Abdul Muthalib memilih Abu Thalib
sebagai pengasuh rasul dibandingkan dengan Abu Lahab.
Pesan dari pertemuan kali ini adalah
seringkali kebanyakan dari kita hanya mempelajari sirah dari luarnya saja, sampai
lupa untuk mengulik orang-orang yang berperan dalam pendidikan rasul. Padahal kita
sama-sama tahu, bahwa mereka lah yang justru berperan besar sampai rasul bisa
mendapat julukan Al-Amin diumurnya yang masih muda.
Sekian, semoga ada manfaat yang bisa
diambil~

Komentar
Posting Komentar