Baik karena CCTV
Tak bisa dipungkiri kalau jaman sekarang banyak orang yang tidak jadi berbuat jahat karena mengeatahui di sekitarnya ada cctv. Lalu saat merasa sudah tidak terjangkau oleh cctv, mereka akan langsung berbuat sesuka hati.
Dalam islam
sendiri ada konsep ihsan yang mana maknanya ‘engkau
beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak
melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.’ Maka untuk setiap muslim,
sudah seharusnya kita selalu merasa diawasi saat ingin melakukan perbuatan
jahat.
Mungkin
ini adalah konsep yang sudah sering kita amalkan dalam keseharian, tidak
berbuat jahat karena merasa diawasi. Tapi bagaimana dengan perbuatan baik yang
masih sering kita ingin orang lain melihatnya, padahal sudah pasti ada Allah
yang selalu mengetahuinya?
وَمَا تَفْعَلُوْا
مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ “Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah
mengetahuinya.” (Qs.Al-Baqarah:197)
Kita sebagai
muslim masih seringkali lupa ada Allah yang menilai perbuatan kita, sehingga
masih mencari penilaian manusia sebagai gantinya. Maka ayat ini hadir sebagai
pengingat untuk kita; bahwa Allah akan selalu mengetahui setiap perbuatan baik kita,
maka kita tak perlu lagi mengejar penilaian manusia.
Akan sangat
melelahkan jika kita mengejar penilaian manusia yang sejatinya tidak akan
pernah puas. Bahkan sampai-sampai ada nasihat, “Orang yang terpenjara bukanlah
mereka yang tinggal di balik jeruji, tapi mereka yang hidup mengejar penilaian
manusia.” Saking melelahkan dan tidak ada habisnya.
Dan semakin
sedikit orang yang mengetahui amalan kita, akan semakin besar pahala yang kita
dapatkan. Sebab akan menghindari kita dari rasa sombong yang seringkali hadir tanpa
kita sadari.
Tapi bukan
berarti kita sama sekali tidak boleh menceritakan atau memperlihatkan amal
perbuatan kita. Jika niatnya untuk mencontohkan agar orang lain juga ikut
berbuat baik, maka hal tersebut diperbolehkan. Selama kita tahu bahwa niat kita
lurus untuk mencontohkan, bukan untuk memamerkan.
Tapi seandainya
kita tahu hati kita masih memiliki kecondongan terhadap penilaian manusia,
lebih baik kita simpan saja dulu sendiri. Intinya, kita sendiri yang paling
tahu bagaimana kondisi hati kita; mana yang lebih baik antara membagikan atau
menyimpannya.
Jadi,
semoga ayat ini bisa jadi pegangan kita kedepannya supaya tak lagi mengejar
penilaian manusia sekecil apapun itu, karena sudah pasti ada Allah, yang selalu
melihat dan menilai perbuatan kita.
Semoga ada
manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar