Beriman seutuhnya

Beriman kepada Allah adalah salah satu amalan yang membutuhkan amalan pendamping agar dapat diterima; “Tidaklah beriman seseorang kepada Allah, sampai dia beriman kepada rasulullah.”

Jadi, apa yang dimaksud dengan beriman kepada Rasulullah?

وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ ”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (Qs.Al-Hasyr:7)

Artinya adalah kita harus menjalankan apa-apa yang diperintahkan oleh Rasul, dan menjauhi segala larangannya.

Inilah alasan kenapa iman yahudi dan nasrani tidak diterima oleh Allah, padahal jika ditanya, “Siapa tuhan kalian?” Mereka akan menjawab, “Allah adalah tuhan kami, Allah yang menciptakan seluruh alam semesta.” Namun meski begitu, iman mereka tidak diterima karena penolakan mereka untuk beriman kepada rasul.

Beriman berarti berkomitmen untuk mengikuti segala apa yang dilakukan oleh orang tersebut, dan berkomitmen penuh hanya dapat dilakukan saat kita mencintai orang tersebut.

Pernah ada kisah di mana saat itu Umar bin Khatab mengatakan ia sangat mencintai rasul setelah dirinya sendiri,

“Kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau dalam keadaan memegang tangan Umar bin Al Khaththab,

lalu Umar berkata kepada beliau, “Wahai, Rasululah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku,”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku di tanganNya, sampai aku lebih kamu cintai dari dirimu sendiri”.

Lalu Umar berkata: “Sekarang, demi Allah, sungguh engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri,”

Nabi pun bersabda: “Sekarang Sekarang inilah imanmu telah sempurna, wahai Umar!””

Ini menunjukan seberapa besarnya perkara kita mencintai rasulullah. Karena iman kita baru bisa sempurna, saat kita mampu mencintai rasul melebihi diri kita sendiri.

Dari ayat ini kita jadi belajar seberapa pentingnya kita mengikuti sunnah, karena hanya dari sanalah iman kita bisa dikatakan sempurna.

Sudah seharusnya kita tidak memandang sunnah seperti channel TV yang bisa kita pilih mana yang kita suka dan mana yang tidak, tapi sebagai tuntunan utama dalam kita menjalani hidup, sesuatu yang masih sulit dilakukan termasuk untuk aku pribadi, . 

Karena lihatlah bagaimana dulu para sahabat yang hanya seorang pengembala akhirnya bisa menundukan kaum Romawi dan Persia, mereka mampu mendapatkan semua kemuliaan tersebut setelah mengikuti cara hidup rasulullah.

Tapi lihatlah bagaimana sekarang kita hidup sebagai orang mukmin, disaat banyak dari kita belum memandang hidup rasul sebagai tuntunan? Kita masih sangat jauh dari kata mulia, bahkan di banyak tempat darah kita saja seperti tidak ada harganya.

Inilah salah satu reminder bagi kita bersama bahwa sempurnanya iman kita ada pada saat kita bisa mengamalkan apa-apa yang ada di Al-Quran dan As-sunnah. Tidak memisahkan satu sama lain, karena semua yang disampaikan oleh rasul pun sudah pasti berasal dari Allah SWT.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

 

Komentar

Postingan Populer