Bukan Sekedar Bencana Alam
Banyak kejadian bencana alam di dunia kita pandang hanya sebagai angka dan data. Penyebabnya pun tak jauh-jauh dari tergesernya lempeng bumi atau derasnya hujan yang mengguyur. Padahal sekedar daun yang jatuh saja Allah atur, "dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)" (Al-An'aam: 59) bagaimana dengan fenomena alam sebesar longsor sampai tsunami?
Konsep pemikiran sekulerisme yang memisahkan antara
segala kejadian alam dengan kuasa tuhan, telah mempengaruhi cara pandang
kebanyakan dari kita. Termasuk dalam memandang bencana alam, kebanyakan dari
kita akan langsung menyimpulkan penyebab yang terlihatnya saja, contoh pergeseran
lempeng bumi sebagai penyebab gempa, tapi lupa mempertanyakan pertanyaan
utamanya, “Siapa yang menggeser lempengan bumi tersebut?”
Emang kita harus ingat dengan ‘siapa’nya? Kenapa?
Apa fungsinya?
وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا “Dan
Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”
(Al-Isra:59)
Allah ingin menyampaikan kepada kita, bahwa
fungsi dari fenomena-fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita adalah agar
menambah ketakutan kita kepada Allah. Ini menarik, kenapa kita malah harus
takut kepada Allah?
Saat kita takut kepada manusia maka kita akan
menjauh dari orang tersebut. Tapi ketakutan kepada Allah berbeda, semakin kita
takut justru akan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya. Ketakutan yang
dibangun oleh Allah atas hambaNya adalah agar kita semakin tunduk dan
merendahkan diri, setelah diperlihatkan seberapa besar kekuasaanNya.
Semakin Takut = Semakin Dekat
Orang yang paling cerdas dan pintar sekelas
Rasulullah saja gelisah saat memandang mendung; Jika Rasulullah melihat mendung atau angin, maka
raut wajahnya berbeda.
Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika
orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap
agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat
mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.”
Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang
bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah azab. Dan pernah suatu kaum
diberi azab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum
‘Aad) ketika melihat azab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan
menurunkan hujan kepada kita.”
(HR. Bukhari No. 4829 dan Muslim
No. 899).
Dari sini akhirnya kita paham, bahwa hadirnya
fenomena alam ada untuk mengantarkan pesan agar kita meningkatkan kedekatan
kita kepada Allah; yaitu dengan meningkatkan ketakutan kita.
Juga kalau dipikir-pikir, banyak dokumentasi yang berhasil diambil saat terjadinya bencana alam. Padahal mudah saja bagi Allah ikut melenyapkan, entah itu orang yang merekamnya, atau alat perekam yang digunakan. Tapi kenapa sengaja Allah ‘sisakan’ gambaran tersebut dan cepat sampai kepada kita? Ini bermakna Allah ingin kita ikut mendapatkan hikmah dari fenomena alam tersebut, Allah ingin agar kita juga ikut merenungi dan meningkatkan ketakutan kita kepadaNya.
Dari ayat ini kita belajar, bahwa setiap
bencana tidak hanya sekedar fenomena alam saja, tapi juga ada hikmah yang Allah
harap bisa kita ambil dari setiapnya.
Jadi harapannya, semoga kedepannya ayat ini bisa menjadi pegangan untuk kita; agar setiap fenomena alam tidak hanya kita pandang menggunakan pandangan mata kita saja, tapi juga dengan pandangan iman yang akan meningkatkan ketakutan kita kepadaNya.
Aamiin.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar