Cobaan dan Petunjuk untuk Melewatinya
Dunia memang Allah ciptakan sebagai arena ujian bagi setiap hambaNya, untuk melihat siapa yang pantas mendapatkan surga, dan siapa yang tidak.
Tapi katanya
Allah Maha Baik, masa ngebiarin hambaNya kesusahan gitu aja selama di dunia? Eits
sebentar dulu, apa emang iya Allah ngebiarin hambaNya gitu aja?
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ
يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ “Tidak
ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan
barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada
hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs.At-Tagabun:11)
Hari ini kita bakal bahas ayat tentang musibah satu ini untuk membuktikan,
apakah iya Allah ngasih ujian untuk nyusahin kita? Kalau engga, terus kenapa
harus ada musibah/ujian?
-
“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali
dengan izin Allah”
Pertama banget, dari ayat ini kita diminta untuk memahami
bahwa setiap ujian itu pasti datangnya atas izin Allah; tidak pernah ada
sesuatu pun yang keluar dari kuasaNya.
Pun kita sebagai manusia pasti akan diuji dengan 4 hal:
1.
Harta
Entah itu kita dititipi banyak harta atau sedikit, pasti akan
ada saja ujian dari keduanya.
2.
Diri
Fisik maupun mental, kita pasti akan diberikan rasa sakit
agar semakin paham seberapa berharganya kesehatan
3.
Kehormatan
Seringkali hasil usaha kita tidak dihargai oleh sekitar, atau
perbuatan baik kita malah berbalas caci maki dari orang banyak, ini adalah
termasuk dari ujian kehormatan.
4.
Keluarga
Nabi Adam diuji oleh anaknya, Nabi Luth diuji oleh istrinya,
Nabi Ibrahim diuji oleh bapaknya, Nabi Muhammad diuji oleh keluarga besarnya. Entah
siapapun dari keluarga kita bisa jadi akan menjadi ujian bagi kita. Karena bahkan
sekelas nabi dan rasul saja yang notabenya adalah utusan, mendapatkan ujian
dari keluarganya sendiri, apalagi kita yang adalah keluarga biasa.
Dari sini kita jadi paham, bahwa ujian itu pasti akan datang
kepada setiap dari kita. Maka berdoa agar jangan diberikan ujian bukanlah
solusi untuk hidup kita, karena ujian itu sendiri sifatnya sudah pasti. Tapi berdoalah
agar ditetapkan dalam keimanan dalam proses menyelesaikan ujiannya.
-
“barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi
petunjuk kepada hatinya.”
Bayangkan jika kita punya emas 10 kg, lalu kita butuh untuk
menitipkannya kepada orang lain. Kira-kira kita akan menitipkan emas tersebut
kepada anak kecil yang belum paham apapun, atau kepada orang yang sudah
berpengalaman? Tentu kita akan memilih orang kedua.
Begitu juga Allah menitipkan ujian kepada hambaNya. Salah satu
bukti cinta Allah kepada hambaNya adalah dengan memberikan mereka ujian yang berat,
agar kelak ia pantas mendapatkan pahala yang besar dan ridhoNya.
Lalu bagaimana cara orang-orang tersebut dapat melewati
musibah berat yang ditimpakan kepada mereka? Melalui ketenangan dan petunjuk hati
yang Allah berikan kepada mereka yang menjaga imannya selama proses menjalani
ujian.
Maka tak heran jika biasanya musibah mereka yang soleh jauh
lebih besar dari ujian orang-orang yang kadar keimanannya masih biasa-biasa
saja, tapi mereka dimampukan untuk menghadapi ujian tersebut seperti tidak ada
apa-apa.
Bagitu juga kepada kita, agar kita diberikan ketenangan dan
petunjuk hati, berarti yang harus kita lakukan selama menjalani ujian adalah
menjaga keimanan yang kita miliki.
-
“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”
Dari kalimat terakhir di ayat ini Allah ingin kita ridho atas
setiap apa yang telah Allah berikan kepada kita, karena Allah jauh lebih tahu
mana yang terbaik untuk kita dan mana yang tidak.
Jika kita merasa punya suatu rencana yang kelihatannya begitu
hebat untuk diri kita, sesungguhnya rencana tersebut hanya datang dari hawa
nafsu dan ilmu kita yang terbatas. Sedangkan ilmu Allah tidak terbatas, maka
pilihanNya akan selalu lebih baik untuk kita yang sebenarnya tidak tahu
apa-apa.
Dan dengan tidak ridho dengan setiap ketetapanNya, sebenarnya
kita sedang menambah masalah dalam hidup kita; sudahlah ada ujian, ditambah
dengan beratnya hati yang tidak menerima takdir.
Begitulah kurang lebih makna yang bisa kita ambil dari ayat
di atas.
Seorang sahabat pernah berkata, “Kalaulah bukan karena musibahnya
selama di dunia, tentulah semua manusia akan merugi di akhirat kelak.” Karena salah
satu modal kita memasuki surga kelak adalah bagaimana peran iman kita dalam
menyelesaikan sebuah masalah.
Jika tidak pernah ada masalah yang kita hadapi, maka tidak
akan pernah ada waktu untuk membuktikan apakah iman yang kita miliki itu benar
atau tidak.
Jadi doanya, semoga kita termasuk kedalam bagian mereka yang
dapat menjalani setiap proses ujian menggunakan iman, sehingga diberikan
kemudahan dan petunjuk oleh Allah.
Aamiin.
Sekian, semoga ada manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar