Kita akan Menjadi Tersangka pada Waktunya
Kalian pernah nonton ga tersangka di film yang harus diintrogasi sampai berjam-jam karena entah itu kasus ringan atau berat? Bahkan untuk kasus ringan saja, tersangka bisa ditanyakan sampai puluhan pertanyaan, apalagi jika kasusnya berat.
Sekarang bayangkan,
bagaimana jika seluruh hidup kita akan diinvestigasi, dan kita akan diintrogasi
sebagai pelakunya? Kebayang akan selama dan sesulit apa bukan? Apalagi kita
akan diadili dalam pengadilan paling adil dan detail sepanjang masa,
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat
zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan
kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Qs.Az-Zalzalah:7-8)
Zarrah digunakan untuk menunjukan sesuatu yang amat sangat
kecil. Maksud dari ayat ini adalah sekecil apapun kebaikan maupun dosa yang
kita lakukan, pasti semua akan ada balasannya.
Rasul pernah bersabda,
Telah
datang kepadaku Malaikat Jibril, dan Ia berkata: "Wahai Muhammad, Hiduplah
sesukamu (tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan mati. Berbuatlah sesukamu
(tapi ingatlah) sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya."
(HR.
Ath-Thabrani)
Kita adalah
satu-satunya makhluk yang diberi kebebasan untuk memilih jalan hidup kta
sendiri, tapi tentu dengan konsekuensi dari setiap pilihan tersebut. Maka ayat
dan hadits ini hadir sebagai pengingat, agar kita dapat bijak dalam menentukan
jalan hidup kita masing-masing.
Rasul
juga pernah bersabda,
"Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada
tali sandalnya, begitu pula neraka."
(H.R. Al-Bukhori)
Hadits ini bermakna jangan sampai kita meremehkan sekecil
apapun kebaikan maupun dosa yang kita lakukan, karena kita tidak pernah tahu
mana yang akan memasukan kita ke surga maupun neraka. Bisa jadi yang kita
anggap kecil dan tidak ada pengaruhnya dalam hidup kita, justru itulah yang akan
menjadi penentu kemana kita akan dimasukan.
Ayat ini hadir agar kita fokus untuk terus menjadi baik,
tidak pilah-pilih dalam beramal, hanya mengerjakan yang kita anggap besar saja
misalnya. Karena bisa jadi saat kita mengerjakan amalan yang kecil, tapi keikhlasan
kita lebih besar dibanding saat kita mengerjakan amal yang besar, justru
yang kecil itulah yang akan memasukan kita ke surgaNya.
Begitu juga dalam memandang dosa, jangan melihat dari besar kecilnya
dosa yang kita perbuat, tapi lihatlah kepada siapa kita melakukan dosa
tersebut.
Pernah ada kisah seseorang yang dimasukan ke dalam neraka hanya karena satu kata dalam perkataannya saja, karena kata tersebut telah melukai hati saudaranya. Maka berhati-hatilah kita dalam bersikap, karena semua yang kita lakukan akan kita persaksikan di hadapan yang Maha Adil.
Dan termasuk dari musibah, adalah mereka yang melakukan
maksiat tapi tidak bertaubat karena tidak tahu kalau hal tersebut termasuk dosa, disebabkan kurangnya ilmu dalam hal agama dan akhirat.
Maka alasan “Mending gausah tahu, biar ga dosa.” udah jadi ga
relevan. Karena bagi mereka yang sengaja tidak tahu karena tidak mau menuntut
ilmu, ada balasannya tersendiri.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar