Konsep “Tidak Bertanya, Sesat di Jalan” dalam Al-Quran
Sudah pada dasarnya kita sebagai manusia diciptakan bodoh, dan karena kebodohannya, manusia jadi senang mendzolimi diri sendiri.
Tapi kenapa?
Kenapa Allah ciptakan kita dalam keadaan bodoh?
Jawabannya
karena Allah ingin melihat dari hamba-bambaNya siapa yang memilih Al-Quran
sebagai petunjuk dalam hidupnya dan siapa yang menetap dalam kebodohannya.
Allah
tidak akan pernah membiarkan begitu saja hambaNya bodoh, sebab itu Ia
memberikan petunjuk melalui ilmu, inilah kenapa kita diminta untuk menuntut
ilmu.
Dalam islam
sendiri hukum menuntut ilmu ada 2:
-
Wajib
Wajib hukumnya
mempelajari ilmu yang berhubungan dengan nama dan sifat Allah, serta apa-apa
yang dicintai dan dibenci oleh Allah dan rasulNya.
Ada 3 kebodohan yang tercela di sisi Allah, yaitu bodoh
terhadap perkara tauhid, ibadah-ibadah pokok, dan akhirat.
Maka untuk semua hal yang berkaitan dengan 3 hal ini, hukum
mempelajarinya adalah wajib bagi kita sebagai muslim.
“Sesungguhnya Allah
ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam perkara
akherat”
(HR. Al-Hakim ,dishahihkan oleh al-Albani)
-
Tambahan
Disebutkan bahwa di luar 3 tadi, maka itu termasuk ilmu
tambahan. Seperti matematika, ilmu sosial, geografi, dll. Itu semua adalah ilmu
tambaham. Dan hukum mempelajarinya adalah boleh, tapi tidak wajib.
Banyak cara untuk menuntut ilmu, mulai dari baca buku,
mendatangi guru, dan salah satu cara yang disebutkan dalam Al-Quran adalah dengan
bertanya,
فَاسْـَٔلُوْٓا
اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ “Maka bertanyalah kepada orang
yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (Qs.An-Nahl:43)
Kita
diajarkan untuk bertanya jika tidak tahu akan sesuatu, dan tentu bertanyanya
harus kepada orang yang tepat.
Ada 2
sikap yang tidak boleh dimiliki oleh penuntut ilmu; malu bertanya dan sombong. Karena
malunya untuk bertanya akan membuatnya sok tahu, dan sombongnya akan
menghalanginya dari ilmu.
Tapi tentu
konteks bertanya di sini harus dengan niat yang benar. Tidak boleh bertanya
untuk mendebat, meledek, ataupun merendahkan orang yang kita tanya.
Sekian
untuk hari ini! Dari ayat ini kita jadi belajar, bahwa bertanya adalah obat
dari kebodohan.
Semoga ada
manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar