Lebih Hebat dari Anak Pejabat

Gimana rasanya kalo kita punya kenalan orang yang berpengaruh abistu dia bilang ke kita, “Udah kalo ada apa-apa tenang aja, tinggal bilang kita deket.” Pasti kita akan merasa lebih tenang atau bahkan sekaligus bangga bukan?

Contoh nyatanya yang sering terjadi adalah para anak pejabat, polisi, ataupun mentri yang begitu membanggakan jabatan orang tuanya, lalu merasa tenang melakukan apapun yang mereka suka. Walaupun ya harusnya ga dijadiin pembenaran mereka bisa berbuat seenaknya juga.  

Begitu lah yang Allah ingin sampaikan kepada kita,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ  “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Qs.Al-Baqarah:186)

Lewat ayat ini Allah mau bilang, ‘udah tenang aja sama apapun yang sedang kamu khawatirkan, kan ada Aku” Bahkan sampai-sampai diksi yang dipakai pada ayat ini, bukanlah diksi yang biasa dipakai pada ayat lain:

-          Huruf ‘fa’ pada ‘fainni’ yang maknanya adalah penekanan bahwa Dia benar-benar sangat dekat.

-          Dan bentuk kalimatnya yang langsung dari Allah, tidak ada kata “kul”, yang berarti disampaikan tidak melalui perantara siapapun.

Doa itu adalah senjata tidak berfisik. Manusia itu sifat dasarnya lemah, maka akan selalu membutuhkan bantuan dan sandaran; dan inilah fungsi dari hadirnya doa.

-          ”Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

Bermakna Allah sedang memberikan kepastian kepada kita; bahwa setiap doa kita pastilah akan terkabul. Dalam salah satu hadits dijelaskan bahwa doa itu pasti dikabulkan, namun terbagi dalam 3 bentuk:

1.       Sekarang juga di dunia.

2.       Kelak di akhirat.

3.       Dijauhkan dari musibah.

Tiga-tiganya hal yang baik bukan? Maka sebanyak apapun kita berdoa, sebanyak itu juga kita sedang menabung kebaikan untuk diri kita sendiri. Jangan sampai kita berdoa tanpa keyakinan, apalagi sampai berkata “Kalau Engkau tidak mau juga tidak apa-apa”, karena hal tersebut sudah menunjukan ketidak yakinan kita terhadap kekuasaan Allah, padahal tidak akan pernah sia-sia doa yang baik dan jujur.

Ayatnya dilanjutkan dengan kalimat,

-           ”Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku”

Bermakna bahwa doa bukanlah hal yang pasif. Sebab setelah kita bicara soal doa, kita diminta untuk taat dan beriman. Maka berdoa sebenarnya bukan hanya tentang meminta saja, tapi juga bagaimana kita berkomitmen untuk terus menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena Allah akan melihat usaha kita dari sana; apakah kita pantas atau tidak diberikan 'amanah' baru tersebut? 

Sebelumnya sempat disinggung bahwa tidak akan pernah sia-sia doa yang baik dan jujur. Lalu apa itu doa yang baik dan jujur? 

Doa yang baik adalah doa yang tidak bertujuan merugikan orang lain, dan doa yang jujur adalah doa yang dipanjatkan secara terus-menerus. Sebab doa itu sifatnya mengetuk pintu langit, maka semakin banyak kita mengetuk, semakin besar juga kesempatan dibukakannya.

Inilah kurang lebih tentang doa,

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

 

 

Komentar

Postingan Populer