Melawan Musuh

Menurut kalian gimana kalau kita main game tapi gak ada musuhnya? Atau bahkan gak ada misinya? Pasti gak akan seru kan? Atau bahkan ya kita gak bakal ngapa-ngapain, toh gak disuruh apa-apa dan gak ada lawan yang harus kita kalahkan?

Nah, begitu juga dengan kita sebagai manusia.

Musuh ada untuk menguji keimanan orang-orang yang beriman. Kalau gak ada yang menghalangi jalan keimanan kita, maka tidak akan ada pembeda siapa diantara kita yang benar-benar beriman dan yang beriman hanya katanya saja.

Selain itu, saat kita sedang menghadapi musuh, tentu kita akan membutuhkan bantuan bukan? Dan disinilah Allah akan melihat kemana kita akan mencari bantuan, apakah kita akan bersandar hanya kepadaNya atau tidak?

Dan yang terakhir, musuh ada agar kita menjadi kompak dengan sesama muslim yang lain. Dengan adanya musuh, kita akan bisa lebih optimal dalam berjuang; bekerja sama sebagai tim, mendiskusikan strategi, menemukan solusi lewat banyak sudut pandang, dll. Karena semuanya sudah punya tujuan yang sama, dan perjuangannya juga akan terasa lebih nyata karena ada kemenangan yang kita kejar.

Lalu, siapa musuh-musuh kita sebenarnya?

-          Orang kafir

Orang kafir terbagi menjadi dua, ada yang memusuhi kita dan ada yang tidak. Kepada yang tidak memusuhi kita, maka kita harus terus menunjukan akhlak terbaik kepada mereka, dengan harapan hal tersebut akan menjadi sumber hidayah bagi mereka.

Sedangkan untuk orang kafir yang memusuhi kita, maka jangan sampai kita terpedaya oleh mereka. Kita harus tetap berpegang teguh kepada islam, kalaupun harus mendebati, maka debati mereka dengan ilmu. Jangan sampai kurang berilmu dan salah dalam bersikapnya kita, malah menjadikan nama islam menjadi jelek.

Contoh salah satu narasi orang kafir yang hampir memperdaya kaum muslim adalah saat turunnya ayat yang mengharamkan bangkai. Saat itu orang-orang musyrikin tidak setuju dengan diharamkannya bangkai, mereka membuat narasi “Bangkai itu kan hewan yang dimatikan oleh Allah. Masa kalian mengharamkannya dan justru menghalalkan binatang yang kalian potong dengan tangan kalian sendiri. Sejak kapan tangan kalian lebih mulia dari Allah?”. Jika kita tidak mengetahui ilmunya, maka narasi seperti ini bisa menyesatkan banyak kaum muslimin.

-          Syaitan

“Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?” (Qs.Maryam:83)

Kadang kita bertanya, padahalkan orang mabok-mabokan juga cape; paginya perut gaenak, kepala pusing, hati pun juga ga tenang, tapi kenapa mereka tetep aja kuat dan ngelakuin hal tersebut lagi dan lagi? Karena syaitan yang memberikan kekuatan kepada orang-orang yang bermaksiat, termasuk kepada muslim yang bermaksiat.

sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.”(Qs.An-Nisa:112)

Pun jika kita mudah tertarik dengan hal-hal yang sudah termasuk maksiat, sebenarnya itulah tipu daya syaitan, yang menjadikan maksiat terasa indah dan manis.

-          Kaum Munafik

Muslim yang di dalam hatinya benci kepada syariat jauh lebih parah daripada orang-orang kafir. Karena mereka justru menghancurkan islam dari dalam.

Hari ini orang-orang kafir terlihat menang bukan karena kekuatan mereka, tapi karena banyaknya orang munafik yang membantu mereka dari dalam.

Kita memang tidak bisa asal men-judge siapa yang munafik dan siapa yang tidak, tapi kita bisa bertanya kepada diri sendiri, apakah kita termasuk dari bagian orang-orang munafik tersebut atau tidak? -naudzubillah.

Sekarang kita sudah tahu siapa saja musuh kita; sudah tahu siapa yang harus kita lawan. Lalu, bagaimana cara melawannya?

وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاَعْدَاۤىِٕكُمْ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَلِيًّا ۙوَّكَفٰى بِاللّٰهِ نَصِيْرًا “Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).” (Qs.An-Nisa:45) 

Dari kalimat “Allah lebih tau musuh-musuhmu” maka Allah ingin menyampaikan, bahwa jika kita ingin menang melawan musuh kita, maka kita harus ikuti strategi;petunjuk dan arahan sesuai dengan yang telah Allah berikan. Karena Allah jauh lebih kenal dengan musuh” kita, dibanding dengan diri kita sendiri.

Jangan sampai kita merasa jadi si paling tahu, dan bersikap sesuai apa yang kita mau. Ikuti sesuai dengan apa yang telah Allah arahkan, jangan sampai yang kita rasa benar malah menyalahi petunjukNya.

Teruslah menjaga ketakwaan dan mencari perlindungan hanya kepadaNya. Karena orang yang tunduk dan terus mendekat kepada Allah, maka akan Ia jadikan semua orang tunduk kepadanya. Tapi siapapun yang tunduk dihadapan orang lain, maka akan Allah hinakan orang tersebut di hadapan seluruh makhlukNya.

Orang beriman dapat dibenci dari dua hal:

1.       Dibenci karena kebenaran yang ia bawa maka itu adalah anugrah, dan

2.       Dibenci karena akhlaknya maka itu adalah bencana.

Setiap orang yang beriman pastilah memiliki musuh, tapi bukan berarti kita harapkan kedatangannya. Karena bisa jadi justru banyaknya musuh yang kita miliki disebabkan oleh akhlak kita yang buruk, bukan dikarenakan apa yang kita bawa, dan itu justru adalah sebuah bencana.

Maka yang perlu kita lakukan adalah terus menjaga akhlak baik, jangan malah sengaja mencari musuh dengan alasan dulu rasul juga memiliki banyak musuh; rasul itu dimusuhi bukan karena akhlaknya.

Selain menjaga akhlak, kita juga harus bersiap; secara mental maupun pemikiran, agar saat dihadapkan dengan musuh, kita sudah tau harus apa, kemana dan bagaimana. 

Selalu lah meninta pertolongan hanya kepadaNya, sebab Dia yang paling tahu tentang musuh-musuh kita. Dan orang-orang yang selalu bersandar hanya kepada Allah, tidak akan pernah kalah.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

Komentar

Postingan Populer