Pembagian Amal seperti Pembagian Rezeki, Apa Maksudnya?
قَدْعَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ “Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).” (Qs.Al-Baqarah:60)
Ayat ini
berbicara tentang Bani Israil saat diberikan 12 pancaran air oleh Allah, dan
dikatakan bahwa masing-masing mereka memiliki satu. Meskipun ayatnya khusus
disampaikan untuk Bani Israil, tapi makna dan ibrahnya ada juga untuk kita
ambil pelajarannya.
Imam
Malik pernah berkata, “Allah membagikan amal seperti membagikan rezeki”. Yang maknanya
adalah, Allah telah membagikan kemudahan kepada kita pada amal ibadah tertentu.
Misal ada
yang dimudahkan untuk menuntut ilmu, tapi sulit untuk puasa sunnah. Atau ada
yang dimudahkan puasa sunnah, tapi sulit untuk bersedekah; setiap orang sudah Allah
berikan kemudahannya masing-masing pada amalan tertentu.
Inilah kenapa
pintu surga terbagi dari banyak pintu; agar manusia bisa fokus memaksimalkan
usaha mereka pada pintu amal yang memang sudah Allah mudahkan. Tapi apakah
mungkin kita dimudahkan dalam semua bidang ibadah? Mungkin saja, namun hanya
sedikit dari kita yang diberikan hal tersebut, dan dari yang sedikit itu salah
satunya adalah Abu Bakar.
Karena bahkan
banyak contoh dari sahabat, yang mereka fokus memaksimalkan ibadah mereka pada
bidangnya masing-masing, seperti Abdurrahman Bin Auf pada sedekahnya dan Khalid
bin Walid pada jihadnya.
Dari ayat
ini ada dua pelajaran yang bisa kita ambil:
1.
Ketahui dan
kenali apa potensi ibadah yang Allah mudahkan untuk kita
Dengan begitu
kita bisa memaksimalkan ibadah kita pada potensi yang memang sudah Allah
berikan. Dan tidak memaksakan ibadah-ibadah yang memang kita tidak dimudahkan
disitu.
Tapi tidak
juga berarti kita boleh meninggalkan semua ibadah yang kita anggap tidak mudah.
Tetap kita laksanakan semua yang mampu kita laksanakan, namun setelah kita
mengetahui di mana potensi terbesar kita, disitulah kita fokus untuk memaksimalkan
amalan tersebut.
Misal kita
dimudahkan oleh Allah dalam hal harta, maka banyak-banyaklah bersedekah. Atau mungkin
kita dimudahkan dalam memahami materi-materi yang sulit dan menyederhanakannya,
maka banyak-banyaklah berbagi ilmu tersebut kepada sekitar, sambil juga
menjalankan ibadah lainnya.
2.
Jangan remehkan
amal orang lain
Jangan sampai
kita merendahkan seseorang yang kita lihat tidak melakukan amal yang sama
dengan kita. Karena kita juga tidak pernah tahu, amal apa yang sedang dia
maksimalkan.
Bisa jadi
orang tersebut tidak menjalankan puasa sunnah seperti kita misalnya, tapi ternyata
ia dimudahkan dalam sholat sunnahnya, dan lebih konsisten daripada yang biasa
kita lakukan. Siapa yang tahu bukan?
Inilah dua
pelajaran yang bisa kita ambil dari ayat di atas. Termasuk dari salah satu kerugian
besar jika seorang muslim tidak mengenali potensi ibadah apa yang Allah mudahkan
untuknya, karena kalau kita abai, kesempatan tersebut akan terbuang sia-sia
begitu saja.
Semoga ada
manfaat yang bisa diambil~
Komentar
Posting Komentar