Seberapa Penting Memiliki Integritas dalam Hidup Kita?

Apa itu integritas? Dikutip dari salah satu artikel, ‘Integritas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan perilaku, nilai, metode, sarana, prinsip, harapan, dan keterpaduan berbagai hasil.’

Singkatnya, integritas adalah bagian dari identitas diri yang akan menjadi asal kepercayaan orang lain. Yang hanya dapat kita bangun melalui track record, dan tidak bisa kita minta atau paksakan begitu saja.

Posisinya sangat penting, karena mau ga mau, ini akan menjadi tolak ukur nilai diri kita di mata orang lain. Orang yang punya integritas akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari sekitar, maka kesempatannya dalam mendapatkan peluang-peluang dalam kehidupan juga akan lebih luas.

Istilahnya kalau dalam kehidupan ini ada harta, tahta dan cinta, maka ketiga ini tidak akan pernah berhasil kita dapatkan tanpa integritas. Tapi disaat kita telah memiliki integritas, maka insyaallah ketiganya akan mengikuti seiring meningkatnya integritas kita.

-          Harta

Misal kita dalam posisi 0 tanpa harta, lalu kita datang kepada seorang penjual buku. Kita menawarkan diri untuk bantu menjualkan bukunya. Okelah penjual buku ini menitipkan 5 buku kepada kita, dengan harga masing-masing Rp.100.000. Berarti kita punya Rp.500.000 dalam bentuk buku.

Besoknya kita berhasil menjualkan buku tersebut dan kembali kepada si penjual untuk menyetorkan uangnya, sambil mengambil buku yang akan dijualkan kembali. Siklus ini terus berulang, lama kelamaan bertambah jadi 10 buku, 20 buku, dan seterusnya.

Sampai suatu hari kita merasa butuh membawa buku dalam jumlah banyak, agar tidak terbebani harus bolak-balik terus menerus. Apakah penjual buku tadi akan mempercayakan kita? Kemungkinan besar iya, karena integritas yang sudah kita bangun sebelumnya.

Berbeda jika di awal saat kita dipercayakan Rp.500.000 tadi kita tidak bisa menjaganya dengan baik, kita malah bawa kabur uang tersebut misalnya. Maka bisa dibilang harga diri kita hanya sebatas Rp.500.000 itu saja. Sebab hilangnya integritas kita di mata si penjual, justru jauh lebih mahal dibanding harga buku itu sendiri.

Gitu juga disaat kita sedang butuh pinjam uang misalnya, jika sekeliling kita tahu bahwa selama ini kita adalah orang yang bertanggung jawab dan melihat kita sedang butuh, mungkin mereka duluan justru yang akan menawarkan diri untuk meminjamkan uang sebelum kita minta.

Akan berbeda jika disaat sekitar kita tahu bahwa kita ini sering meminjam uang sana-sini dan tidak mengembalikan, mau sampai kita ngomong “Tenang, aku terpercaya kok.” “Nanti pasti bakal aku balikin” sekalipun, pasti orang sekitar kita sudah enggan duluan untuk meminjamkan uangnya.

-          Tahta

Apalagi tahta. Tahta adalah soal posisi. Ini lebih ga mungkin didapat saat pribadi kita saja sudah berkesan tidak baik di mata sekitar.

-          Cinta

Bukan saja hanya persoalan pasangan, tapi juga keluarga secara garis besar. Biasanya banyaknya peraturan muncul dari hilangnya kepercayaan antara satu sama lain.

Tentu kekangan yang diberikan orang tua kepada anak yang bisa membuat orang tuanya tenang, akan berbeda dengan mereka yang selalu membuat orang tuanya khawatir. Begitu juga suami kepada istri, istri kepada suami, kita kepada saudara, atau bahkan teman. Hilangnya kepercayaan akan menimbulkan rusaknya hubungan.

Cinta tumbuh dari terjaganya kepercayaan satu sama lain. Jika kepercayaan saja sudah tidak bisa kita dapatkan, maka akan sulit mendapatkan cinta dari sekitar.

Dan kalian tahu sifat Al-Amin Rasul? Itu adalah persoalan integritas. Al-Amin kurang tepat jika hanya kita maknai sebagai kejujuran, sebab cakupannya yang terlalu sempit. Dan jika Al-Amin diartikan sebagai yang terpercaya, maka integritas diri adalah satu-satunya asal muasal dari kepercayaan.

Rasul telah diberikan gelar Al-Amin bahkan sebelum diutus menjadi Rasul. Ini adalah pesan penting yang bisa kita ambil dari keseluruhan hidup Rasulullah. 40 tahun hidupnya, lebih lama dari lamanya waktu beliau berdakwah, dipakai untuk membangun integritas diri terlebih dahulu, sebelum akhirnya diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sampai-sampai disaat kaum Quraish ingin memberi tuduhan kepada Rasul mereka berkata, “Tapi tak mungkin kita tuduh ia sebagai penipu” sebab track record-nya yang sudah begitu sempurna.

Ini mengajarkan kepada kita bahwa integritas bukanlah hal remeh. Justru ini adalah hal mendasar yang harus kita miliki terutama sebagai seorang muslim.

Sebab bagaimana orang akan mendengarkan kita jika kita saja sudah tidak bisa dipercaya?

Bagaimana kita akan mendapatkan kesempatan memegang suatu amanah jika hal remeh temeh saja belum bisa kita selesaikan? 

Dan yang paling utama, bagaimana bisa kita mendakwahkan hebatnya islam, jika kesan yang kita tinggalkan terhadap sekitar saja adalah pribadi yang tidak baik?

Dari sini kita jadi belajar, bahwa kita butuh meningkatkan dan menjaga integritas diri untuk bisa mendapatkan banyak hal dalam hidup. Kita butuh integritas diri dalam segala hal. Dan hal tersebut adalah sesuatu yang sudah Rasulullah lakukan dan contohkan sepanjang hidupnya untuk kita ikuti.

Materi kali ini aku ambil dari materi pembuka kelas “Before Al-Amin”-nya King Shifrun dan Ustad Felix.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil~

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer